Selasa, 11 Oktober 2011

Belajar di Willis


Belajar di Willis adalah sesuatu diluar perencanaan dan bahkan belum masuk daftar rencana kegiatan saya dalam waktu dekat. Namun, Allah berbaik hati memberikan kesempatan pada saya melalui seorang sahabat (yang juga tidak sengaja) belajar di Willis. 

Ceritanya, sahabat saya mb Erna, mendadak menelpon jam setengah 9 pagi, mengajak ikut Pelatihan UKM dari PT. Semen Gresik di Willis. Tentu saya kaget dan bingung karena ajakannya juga mendadak. Mb Erna sendiri pun juga baru saja mendapat undangan (Ternyata ada teman mb Erna yang diundang tetapi berhalangan hadir, jadi meminta mb Erna mewakili). 

Acaranya sendiri dimulai jam 8 dan saya baru ditelpon jam setengah 9 (dalam kondisi belum mandi, dandan, ngebut di jalan) … Pertama ragu untuk mengiyakan, tapi setelah dipikir-pikir kapan lagi ikut pelatihan yang sama? Akhirnya dengan nekat saya bilang IYA. Jadilah saya serabutan mempersiapkan diri untuk menyusup ke pelatihan pagi itu.

Hari pertama karena sempet gak tahu jalan dan hampir nyasar, saya telat hampir 3 jam, tapi untunglah masih diperbolehkan masuk oleh panitia. Dan parahnya, setelah istirahat siang, saking santainya kami beristirahat di kamar hotel, kami mengulang kejadian tadi pagi, TELAT MASUK RUANGAN!! Hampir dihukum joget, tetapi batal karena ada dua peserta lain yang datangnya lebih telat hihihihi

Materi yang diberikan pun bermacam-macam, mulai dari peluang usaha, pembukuan kas, mempelajari jenis - jenis bidang usaha, sampai membuat perencanaan bisnis. 
Menurut saya, ada du trainer yang seru, yaitu mbak2 yang saya lupa namanya (besok yah) dan mas Grumen Janata serta ada satu lagi yang paling menarik perhatian saya, yaitu kelasnya mba Lia Zaskia yang mengajak kami berencana, membuat mindmap, dan mempresentasikannya. Dari bertujuh orang, terpilihlah saya (yang notabene berstatus penyusup) untuk mempresentasikan Mindmap kami.

Studi Kasusnya di kota Masokut (Nama yang aneh kan?) berada di daerah pantai yang kaya dengan potensi alamnya. Seperti hasil laut (Ikan Tuna dan Cumi) serta pertaniannya (kacang tanah dan Kedelai). Merupakan kota yang berkembang pesat. Memiliki 2 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, 2 pusat perbelanjaan, 2 tambang minyak lepas pantai, dan pabrik. Jumlah penduduknya 500 ribu jiwa yang sebagian besar merupakan anak muda dan anak kecil. Diketahui demografi penduduk berdasarkan mata pencaharian : 1/3 petani, 1/3 pekerja pabrik, dan 1/3 karyawan kantor. Penduduk kota Masokut memiliki sikap yang konsumtif walaupun pendapatan perkapitanya rendah jadi memiliki kecenderungan untuk berhutang.

Dari karakteristik penduduk serta potensi wilayahnya dan kebetulan kami mendapat bagian untuk USAHA DAGANG, maka kelompok kami sepakat untuk mendirikan Rumah Makan SEAFOOD MASOKUT ^_^
Berikut ini Mindmap yang dibuat oleh kelompok saya:

Nama Usaha : RM. Seafood Masokut
Lokasi           : Tepi Pantai yang dekat dengan perkantoran
Konsumen    : Konsumen Tipe A dan Tipe B (meliputi karyawan swasta dan mahasiswa)
Merk             : Seafood Masokut
Kemasan      : 1. Makan ditempat menggunakan : piring, mangkuk, gelas yang berbentuk unik dan juga cobek
                       2. Take Away (dibawa pulang) Menggunakan BOX yang sudah dicetak menggunakan Merk Seafood                Masokut
Cara agar usaha Laku :
PROGRAM :
  • Memberikan Diskon khusus setiap hari dari jam 08.00 - 11.00 (Disini pas presentasi saya bilang diskonnya 30% dan teman2 satu kelompok saya pingsan, lebay ya)
  • Memberikan penawaran menu Paket untuk ber-10 orang
PROMOSI :
  • Menggunakan flyer
  • Siaran Radio
  • Banner/Baliho
(hiiixxxx, saya lupa menyebutkan internet sebagai media promosi yang sangat efektif dan efisien, serta promo2 di twitter & facebook Fanpage)

Setelah Mindmap kami selesai dibuat, dengan PeDe-nya kelompok kami mengangkat tangan untuk maju presentasi (yapzz, kami kelompok pertama yang presentasi tadi, diwakili oleh saya dan satu teman lainnya)

Satu hal yang saya pelajari dari kuliah di PWK, kalau mau presentasi "Aman" pilihlah yang pertama atau yang terakhir sekalian, hehhehheee

Akhirnya presentasi kami berjalan lancar dengan satu pertanyaan dari Audiens => Kalau diskonnya segitu besarnya, gimana ngitungnya? Apa tidak rugi?"

Dan saya (yang tidak sadar kalau diskon yang saya tawarkan kebanyakan) spontan menjawab : "Dengan memberikan diskon sebesar 30% tentu saja rumah makan kami masih untung. Nah, untuk perhitungannya, rahasia perusahaan kami pak! " (Dan jawaban saya mendapat acungan jempol dari anggota kelompok saya yang duduk di belakang)

Begitu presentasi selesai dan saya duduk, saya menuai protes mengenai angka diskon yang saya sebutkan didepan hahhahhahahahhahaaaaaaa (ternyata kata trainernya, ngasih diskonnya jangan kebanyakan)

Begitulah cerita mengenai kegiatan belajar saya yang masih akan berlanjut lagi besok ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar