Malam pertama sampai di Bangkok, kami sempatkan browsing beberapa informasi mengenai kota Bangkok dan destinasi kami selama disana. Informasi yang kami dapat beragam, mulai dari lokasi, moda transportasi, biaya, serta lokasi food center. *Terimakasih untuk para traveller blogger yang sudah menyediakan informasi yang akurat*
Hari kedua kami memutuskan untuk mengunjungi Madame Tussauds sebagai destinasi pertama kami di Bangkok.
Berdasarkan informasi yang kami dapat dari beberapa blog traveller yang pernah ke Bangkok, ternyata museum lilin Madame Tussauds ini berada satu komplek dengan beberapa mall termasuk MBK (Mah Boon Krong) yang konon sangat terkenal diantara wisatawan (belanja) dari Indonesia karena harga disana sangat murah. Lokasi persisnya museum lilin ini ada di Siam Discovery yang bersebelahan dengan Siam Center.
Untuk menuju kesana, dari Khaosan Road ada beberapa alternatif moda transportasi :
1. Taxi (Kami tidak tahu harga argo/tawarnya berapa)
2. Tuk-tuk (bisa ditawar sampai 100 baht sekali jalan)
3. Bus Umum (ini adalah moda transportasi favorit kami selama disana)
Sesuai kesepakatan, kami akan menggunakan bus umum untuk menuju ke Siam Center. Karena belum mengenal lokasi dengan baik, kami selalu membawa peta kemanapun kami pergi.
Berdasarkan informasi dari blog Tom-kuu, kami pun mencari halte di daerah dekat Khaosan Road. Lalu, berjalanlah kami menuju ke Ratchadamnoen Klang Road yang berada tidak jauh dari Khaosan Road. Agak gambling juga sebenarnya, karena kami tidak tahu jalan yang dimaksud Tom-kuu sebelah mana.
Saya pribadi sangat menyukai trotoar yang ada di sepanjang Ratchadamnoen Klang road ini. Selain lebar, juga teduh dan terdapat beberapa kursi taman yang bisa digunakan untuk berisitirahat sejenak sehingga sangat nyaman dilalui oleh pedestrian seperti kami. Jadi jangan heran kalau selama disana kami kuat berjalan (kaki) jauh hehhehee ^_^

Halte yang dimaksud Tom-kuu belum berhasil kami temukan. Seperti yang dinasehatkan pak Farkhan sebelum saya berangkat, akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada orang Thailand yang berpakaian hitam putih (mereka anak sekolahan, jadi paling tidak akan paham jika diajak berbicara dalam bahasa inggris) ^_^
Ternyata ..... si adek (memakai baju hitam putih di foto atas) yang mirip bintang film taiwan ini sangat ramah dan baik hati, selain memberikan informasi nomor bus yang bisa kami naiki, juga mengantarkan kami menuju bus No. 79 yang berhenti sejenak di "halte" tersebut. Saya & mb Endah pun terharu dengan kebaikan dan keramahan si adek tadi ..~_~..
Kop khun kaa adek ganteng ^_^ Siapa bilang orang Thai cuek2? Mereka sangat ramah kok !
Bus umum di Bangkok sangat berbeda dengan kopaja disini karena tidak boleh ada penumpang yang berdiri (kecuali mau turun) apalagi berdesak-desakan. Selama disana, berdasarkan apa yang kami amati *tsaaahh*, rata-rata pramugari bus adalah wanita. Kenapa kami menyebutnya pramugari? karena mereka selalu berseragam rapi (rok, kemeja, & jas) serta membawa kincringan tanda kami harus membayar. Akhirnya kami sampai di Siam Center pukul 09.00. Agak kepagian memang, karena Siam Discovery dan sekitarnya baru dibuka pukul 10.00. Tapi, karena kepagian akhirnya kami bisa mengamati kondisi sekitar Siam Center termasuk infrastruktur & orang-orangnya *Kebiasaan anak PWK*.
Selama menunggu Siam Discovery buka, kami tidak harus ngemper (aka duduk-duduk manis di trotoar) karena di Siam Center sudah disediakan tempat duduk yang didesain melingkar dengan warna bervariasi. Sangat fotogenic untuk dijadikan obyek foto, apalagi didepan kami (arah jam 12) duduk dua backpacker keren yang juga akan mengunjungi Madame Tussauds, hihihihi.
Bersamaan dengan kami, ada serombongan murid & guru yang sepertinya dari sekolah internasional dsana. Iseng-iseng menebak kalau mereka juga akan mengunjungi Madame Tussauds, dan tebakan saya benar *yattaaaaa* Karena warna baju kami hampir senada, sepertinya saya cocok jadi bagian dari mereka hihihihihiii. Madame Tussauds sendiri merupakan museum lilin terkenal dari London yang memiliki cabang di beberapa kota besar lainnya, didirikan oleh pematung lilin Marie Tussauds.
untuk sejarah lengkapnya dapat dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Madame_Tussauds ^_^
Museum Madame Tussauds yang kami kunjungi adalah museum lilin yang didalamnya terdapat patung berbagai tokoh dunia, mulai tokoh sejarah, pemimpin dunia, artis & bintang televisi, serta atlet olahraga terkenal. Berkunjung kesana sukses membangkitkan kenarsisan kami. Terbukti sudah berapa puluh foto yang kami ambil selama disana, hihihihi ...Kami masuk ke Madame Tussauds bersamaan dengan para murid (saya) tadi. Mereka sangat ramai dan hebooohhh ^_^ Akhirnya saya dan mb Endah memutuskan untuk men-skip bagian awal dulu dan langsung menuju ke bagian museum yang masih sepi dengan alasan biar bisa berfoto dengan tenang tentunya :p
Selesai di bagian akhir, kemudian kami memutar untuk mengunjungi bagian awal museum. Kami pun melewati rombongan siswa tadi. Dan saya berhasil mencuri gambar berikut :

Pak guru ini gahul sekaliiiiii ^_^ Selain mengatur dan menjaga muridnya, beliau ini juga mau seru2an bareng si murid. Terbukti di bagian permainan ini, beliau gak jaim dan mau bermain gila2an bareng si murid.
Sensei, aishiteru lah pokoknyaaaaaa *halah*
Selesai berkeliling & berfoto2 di Madame Tussauds, kami melanjutkan perjalanan ke Mah Boon Krong (MBK). Untuk ke MBK, kami harus melalui skywalk karena kendaraan dibawah sana sangat padat.Saya yang orang desa tentunya kesenengan menyeberang lewat skywalk, karena di desa saya tidak ada :p
Kami mampir ke MBK bukan untuk berbelanja, hanya untuk mencari makan siang (halal) dan sholat Dhuhur disana. Disinilah cita-cita saya untuk mencicipi Tom Yum terwujud. Setelah berkeliling akhirnya kami menuju ke lantai 5 dan (salah) masuk ke Food Center di lantai ini. Harga yang ditawarkan bervaiasi tiap konternya. Akhirnya (demi alasan penghematan) kami memesan seporsi Tom Yum dan dua porsi nasi putih. Ketika pesanan diantarkan ke meja, kami kaget karena di nampan tersebut ada dua porsi tom yum dan dua porsi nasi. Akhirnya saya kembali ke bapak (india) supervisor konter tsbt dan memastikan bahwa kami hanya memesan 1 porsi tomyum. Ternyata bapak tersebut bilang bahwa pesanan kami dibagi menjadi 2 mangkok dengan porsi lebih kecil *Terharruuuuu*Siapa bilang berurusan dengan orang India tidak menyenangkan? Nyatanya kami sangat dibantu oleh mereka :P
Untuk yang di MBK, pilihan makanan halal selain di lantai 5, ada juga di lantai 6 yang harganya lebih terjangkau.
Tapi ada kejadian yang agak kurang mengenakkan disini. Di meja sebelah kami ada mas2 yang iseng panggil2 "Dek-dek, bla bla bllaaaaa" saya kurang jelas dia ngomong apa. Saya mikirnya sih salah denger saja. Etapi ternyata, ketika saya memastikan pesanan ke bapak India tadi, si mas2 itu memanggil lagi. Dia bilang "Dek, mau dibayarin gak?" >.
Wajah sih mirip Marcell, tapi klo SKSD spt serem juga ...
Seperti mall2 di Indonesia pada umumnya, lokasi musholla ada di parkiran, tepatnya di lantai 6.
Kalau teman-teman ada yang kesini, bisa bertanya letaknya pray room atau bahasa Thai-nya Hong Lamard. Nanti pasti dikasih tahu kok ^_*
Selesai semua urusan di MBK, akhirnya kami memutuskan langsung kembali ke Khaosan Road. Kami memilih naik bus umum lagi dan bertanya ke ibu2 petugas disana, kalau menuju ke Khaosan Road menggunakan bus nomor berapa.
Berhubungan pelafalan ibu tersebut sangat asing di telinga saya, jadi ketika beliau menyebut angka saya tetap tidak paham. Akhirnya beliau menuliskan angka bus yang bisa kami naiki.
Dan dari MBK kami naik bus No. 47 menuju ke Khaosan Road.
Setelah berisitrahat sejenak di hotel, kami kembali berjalan-jelan di sepanjang Khaosan Road sekalian mencari makan malam.
Untuk rincian pengeluaran hari ke-2 sebagai berikut:
Sarapan : 39 baht
Bus 79 : 13 baht
Madame Tussauds : 800 baht
Print foto : 100 baht
Makan siang : 89 baht
Bus 47 : 6 baht
makan malam : 25 baht
buah naga : 20 baht
kaos kaki : 40 baht
NB: selama disana, kami selalu membawa minum sendiri, untuk mengirit biaya makan ^_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar